Breaking News

Boxing Day dan Hadiah Natal Untuk Manchester City


KataKomentator - Kompetisi liga Inggris memasuki Boxing Day, masa di mana persaingan semakin ketat. Dalam pekan-pekan ini, peluang Manchester City untuk menjadi juara liga terbuka semakin lebar.

Setiap memasuki penghujung akhir tahun, beberapa negara bersuka cita dapat merayakan berbagai liburan bersama keluarga dengan menikmati berbagai perayaan tradisi di penghujung akhir tahun seperti perayaan Natal dan juga perayaan bergantinya tahun baru.

Berbeda dengan negara-negara lain yang banyak memanfaatkan waktu luang dengan hanya berkumpul dengan keluarga, Inggris merupakan negara yang super sibuk. Alih-alih para pemain dapat menikmati perayaan Natal dan liburan akhir tahun mereka justru harus menjaga kondisi mereka untuk tampil bugar dalam menghadapi periode sibuk sepanjang musim kompetisi ini.

Eksistensi periode sibuk atau yang biasa dikenal dengan istilah Boxing Day dalam persepakbolaan di Inggris Raya selalu menjadi bahan perdebatan bagi berbagai kompetisi yang serupa, di mana berbagai kompetisi lainnya libur, justru Liga Inggris harus menjalani laga yang sulit dan sengit yang bergulir dalam sepekan. Hal inilah yang menjadi salah satu daya tarik bagi para penggemar sepakbola liga Inggris. Sebab, di samping menjadi suatu hiburan, pertandingan Boxing Day, di sisi lain, merupakan kado yang spesial bagi para pendukung masing-masing klub.

Tradisi Boxing Day sendiri dalam sejarah perhelatan kompetisi Liga Inggris tidak terjadi begitu saja. Hal ini di latarbelakangi dengan adanya suatu perayaan sosial pada abad ke 19 yang jatuh pada tanggal 26 Desember. Satu hari tepat setelah perayaan Natal. Tradisi ini pertama kali terselenggara di bawah pemerintahan Ratu Victoria sebagai bentuk penghargaan dari para bangsawan untuk para golongan bawah sebagai apresiasi kinerja mereka yang tetap bekerja keras pada hari Natal. Sehingga hari setelah hari Natal ditetapkan sebagai hari libur guna untuk merayakan tradisi ini.

Boxing Day merupakan hari yang menggembirakan bagi golongan bawah. Hal ini karena istilah Boxing Day sendiri berawal dari tradisi pemberian kado (box) untuk golongan bawah dari para kaum bangsawan. Sehingga hal ini melekat menjadi Boxing Day yaitu, hari di mana para bangsawan memberi kado atau hadiah untuk golongan bawah yang tradisi ini tetap bertahan hingga hari ini.

Atmosfer sepakbola di negara Inggris bergema hingga ke seluruh pelosok-pelosok negeri tersebut. Sehingga tidak heran sepakbola di Inggris merupakan olahraga yang sangat disukai oleh para penduduknya, para fans setiap klub selalu tampil solid dalam mendukung klub kebanggaannya. Salah satu bentuk kepedulian Liga Inggris terhadap para pendukungnya dengan menerapkan tradisi Boxing Day ini ke dalam kompetisi tertinggi di negara tersebut agar menjadi suatu hiburan yang menyenangkan kepada para pendukung klub kebanggaannya terutama untuk golongan masyarakat  bawah.

Sesuai dengan tradisi di atas bahwa Boxing Day adalah suatu hiburan tambahan bagi masyarakat Inggris untuk menikmati liburannya dengan menonton pertandingan sepakbola yang bertensi tinggi. Alasan Boxing Day itu sendiri diadakan salah satunya adalah faktor jarak yang tidak berjauhan, hal ini akan menjadi menarik bagi para pendukung dengan disajikannya pertandingan yang notabennya banyak terjadi partai-partai besar dan juga tersiar diberbagai belahan dunia.

Jika Boxing Day disambut suka cita oleh masyarakat pada umumnya, lain halnya bagi para pelaku olahraga bola sepak. Boxing Day justru menjadi hal yang sangat ingin mereka hindari. Bahkan kalau perlu dihapuskan sekalian kalau itu memungkinkan karena merupakan suatu periode yang sibuk dengan tuntutan para pelatih untuk merotasi para pemainnya agar dapat maksimal dalam menjalani laga berat dalam sepekan ini. Hal ini juga menjadi peringatan keras bagi para pelatih agar harus membuat perhitungan yang tepat dalam melihat kondisi klubnya untuk dapat melewati laga sepekan ini dengan sesuai harapan mereka.

Salah satu catatan menarik yang tercipta dalam Boxing Day adalah pada tanggal 26 Desember 1963 merupakan laga yang tak pernah terlupakan. Dalam perhelatan laga pada hari itu banyak tercipta gol. Dari total 39 pertandingan yang dimainkan di seluruh divisi di Inggris, tercipta 153 gol yang merupakan rekor gol terbanyak yang tercipta dalam satu hari.

Berbicara kompetisi liga Inggris musim 2017/18, satu-satunya klub terbaik saat ini adalah Manchester City yang sampai tulisan ini dimuat telah mengoleksi 55 poin -hasil dari 17 kemenangan, 1 imbang, dan 0 kekalahan-. Dengan begini, jarak poin mereka dengan Manchester United (13), Chelsea (15), Liverpool (20), Tottenham dan Arsenal (21) menjadi semakin jauh. Sedangkan peringkat bawah dihuni oleh Bournemouth, West Bromwich Albion, dan Swansea City secara berurutan. 

Jika berkaca pada satu musim sebelumnya klub-klub besar meraih hasil positif dalam Boxing Day dengan peringkat pertama kala itu diduduki oleh Chelsea yang di akhir kompetisi menjadi juara liga. Maka tidak heran jika hasil-hasil pada periode Boxing Day akan menjadi tolak ukur mengenai siapa yang akan keluar sebagai juara liga.

Sedangkan bila melihat catatan Manchester City yang fantastis dalam musim ini, bukan tidak mungkin hal itu akan terwujud dengan berbagai aspek yang mereka raih sepanjang musim ini. Klub yang memiliki serangan tertajam dengan mengoleksi 60 gol hingga pekan ke 19 ini menjadikan klub ini memang layak untuk menjadi juara. Akan tetapi, dalam Boxing Day segala sesuatu tidak ada yang mustahil, dari inilah ujian kelayakan bagi peringkat pertama ini akan terlihat. Hal ini juga menjadi perhatian khusus manajer Manchester City tersebut dengan memberikan suatu kewaspadaan bagi klubnya agar dapat melakukan yang lebih baik lagi dari pertandingan sebelumnya.

Oleh karenanya menarik untuk kita simak bagaimana drama-drama yang tercipta dalam Boxing Day yang akan datang sebentar lagi, apakah membawa angin segar bagi klub-klub yang berada di bawahnya atau malah justru sebaliknya memperkokoh kedudukan Manchester City sebagai kandidat juara liga musim 2017/2018.


sumber gambar : mancity.com

Tidak ada komentar