Memaknai Tahun Baru ala Penikmat Sepakbola
KataKomentator - Tahun baru adalah momen spesial bagi beberapa orang dengan alasannya masing-masing. Bagi penikmat sepakbola, beginilah seharusnya mereka memaknai tahun baru.
Baru beberapa hari yang
lalu rasanya saat kalian berdiri berdesak-desakan di tengah kota untuk ikut
merayakan malam pergantian tahun. Di saat bersamaan, saya justru tertidur
pulas. Saat kebanyakan orang menunggu detik-detik bergantinya tahun, saya lebih
antuasias menantikan berbagai pertandingan sepakbola di tahun 2018.
Ada beberapa hal yang
membuat atmosfer sepakbola tahun ini lebih meriah daripada tahun lalu. Dimulai
dengan pembukaan jendela transfer musim dingin, liga-liga top Eropa yang
kembali bergulir, fase knockout Liga Champions, hingga babak puncak
Piala Dunia Rusia 2018. Menarik, bukan?
Bursa
transfer musim dingin
1
Januari bukan mengartikan awal dari tahun baru. Ia mengartikan jendela transfer
musim dingin resmi dibuka. Bagi penikmat sepakbola, siapa pun itu, bursa
transfer adalah salah satu hiburan tersendiri di dunia sepakbola selain,
tentunya, pertandingan sepakbola itu sendiri. bursa transfer tak ayal sebuah
gosip. Kebanyakan 'rumor’nya, daripada ‘nyata’nya. Walau begitu, kita semua
tetap menikmatinya, kan?
Berbeda
dengan jendela transfer musim panas, di musim dingin ini aktivitas
jual/beli/pinjam pemain dilakukan dalam satu bulan saja. Durasinya lebih
singkat. Bandingkan dengan transfer musim panas yang mencapai 2 bulan lamanya
(Juli-Agustus).
Dengan
kompetisi yang sudah dan sedang bergulir, persaingan gelar juara yang lebih
ketat, nilai transfer meroket, kompetisi domestik, fase gugur Liga Champions,
dan Piala Dunia di depan mata, bursa transfer bulan ini tentu sangat menarik
untuk disimak dan tak boleh kalian lewatkan begitu saja.
Nama-nama besar, semacam Alexis Sanchezdan Philippe Coutinho, kami prediksi akan memanaskan persaingan di pasar pemain.
Untuk mengetahui tenggat waktu terakhir transfer musim dingin setiap liga,
kalian bisa mengeceknya di sini.
Liga
kembali bergulir
Pada
akhir tahun kemarin, beberapa liga top Eropa memberi jatah libur musim dingin
sejenak menjelang akhir tahun dan tahun baru. Permulaan libur musim dingin ini
beragam di setiap negara. Dari lima liga top Eropa, Bundesliga Jerman, Ligue 1
Perancis, Serie A Italia, dan La Liga Spanyol masing-masing memberi jatah libur
bagi pemainnya. Hanya Premier League saja yang sengaja tidak melakukan hal
tersebut lantaran terdapat Festive Period yang di dalamnya ada tradisi Boxing Day.
Dengan
berakhirnya tahun 2017 maka berakhir juga penantian panjang Anda akan jodoh
penampilan tim kesayangan Anda. Sudah saatnya pula tim-tim kontestan empat liga
top tadi untuk mempersiapkan skuatnya mengarungi paruh kedua musim 2017/18. Persaingan
menunggu tangga juara akan berlangsung lebih sengit dan lebih seru tentunya.
Tidak
hanya itu, di tahun 2018, turnamen domestik macam FA Cup, Copa Italia, Copa del
Rey, dll. juga akan memasuki babak penentuan. Siapa yang lolos ke semifinal,
siapa yang keluar sebagai juara, semuanya terjadi pada 5 bulan pertama tahun
ini. Bahkan, jika tidak mau sabar menunggu rentetan partai final, laga puncak EFL
Cup atau Piala Liga sudah bisa Anda saksikan Februari nanti.
Fase Gugur Liga
Champions
Jika
beberapa di antara kalian beranggapan bahwa fase grup Liga Champions kemarin
sangatlah seru, maka simpan sejenak semangat tersebut. Jika kalian terkejut
dengan kekalahan Real Madrid dari tim macam, maafkan saya, Tottenham Hotspur, maka
bersiaplah untuk kejutan yang lebih besar. Itu semua hanyalah pemanasan. kalian masih ingat, kan, epic comeback yang dilakukan Barcelona atas PSG musim lalu? Itu hanya terjadi saat fase knockout, bukan fase gugur. Percayalah.
Keseruan Liga Champions yang sebenarnya baru akan dimulai pada hari Valentine bulan depan. Fase gugur adalah puncaknya. “Saya selalu mengatakan bahwa Liga Champions baru dimulai pada Februari,” begitulah kata Jose Mourinho saat dirinya mengkhawatirkan peluang tim-tim asal Inggris. Leg pertama babak knockout Liga Champions tepat dimainkan tanggal 14 Februari.
Opini ini sah-sah saja rasanya mengingat Liga Champions lebih diperhatikan saat memasuki babak 16 besar. Tanya saja pada penggemar Arsenal. Beberapa tahun belakangan, mereka baru bisa menentukan tim jagoannya di Liga Champions saat fase gugur ini. Pastinya jagoan mereka bukan Arsenal, lho, ya...
Merayakan hari Valentine seorang diri sambil menonton Liga Champions bersama satu gelas kopi dan segenggam cemilan. Bagaimana, seru, tidak? Mblo?
Piala Dunia 2018
Segala keseruan yang telah dibangun di atas adalah persiapan untuk perhelatan sepakbola terbesar tahun ini. Semuanya akan berujung pada satu hajatan akbar yang rutin dihelat empat tahunan. Piala Dunia Rusia 2018. Semua mata akan tertuju padanya. Segala perhatian akan tercurah ke sana.
Absennya Belanda dan Italia memang sedikit mengurangi komposisi tim andalan di Piala Dunia nanti. Tapi, di lain sisi, absennya kedua tim nasional tersebut tidak mengurangi antusiasme pecinta sepakbola sama sekali, justru memunculkan nama baru untuk diperhatikan. Khususnya mereka yang baru akan merasakan turnamen sebesar Piala Dunia tahun ini.
Beberapa kalangan sangat tertarik untuk melihat kiprah Inggris di Piala Dunia perdananya tahun ini. Eh, maaf. Maksud saya Islandia. Berkaca pada Piala Eropa 2016 lalu, mereka mampu menampilkan performa apik hingga melaju ke babak perempat final. Diperkuat oleh para ‘Son’ bersaudara, mereka diprediksi dapat menghadirkan kejutan serupa pada gelaran yang lebih besar ini.
Selain itu, bentrokan antar negara-negara besar di babak grup akan membuat Piala Dunia sangat menarik untuk diikuti, mulai dari babak grup hingga fase gugur. Cristiano Ronaldo akan memimpin rekan-rekannya menghadapi negara tim yang dibelanya berasal, Spanyol. Sedangkan sekumpulan jagoan Belgia di Premier League akan menguji seberapa tangguh kemampuan skuat muda Inggris. Menarik, bukan?
Sumber gambar; The Guardian
Keseruan Liga Champions yang sebenarnya baru akan dimulai pada hari Valentine bulan depan. Fase gugur adalah puncaknya. “Saya selalu mengatakan bahwa Liga Champions baru dimulai pada Februari,” begitulah kata Jose Mourinho saat dirinya mengkhawatirkan peluang tim-tim asal Inggris. Leg pertama babak knockout Liga Champions tepat dimainkan tanggal 14 Februari.
Opini ini sah-sah saja rasanya mengingat Liga Champions lebih diperhatikan saat memasuki babak 16 besar. Tanya saja pada penggemar Arsenal. Beberapa tahun belakangan, mereka baru bisa menentukan tim jagoannya di Liga Champions saat fase gugur ini. Pastinya jagoan mereka bukan Arsenal, lho, ya...
Merayakan hari Valentine seorang diri sambil menonton Liga Champions bersama satu gelas kopi dan segenggam cemilan. Bagaimana, seru, tidak? Mblo?
Piala Dunia 2018
Segala keseruan yang telah dibangun di atas adalah persiapan untuk perhelatan sepakbola terbesar tahun ini. Semuanya akan berujung pada satu hajatan akbar yang rutin dihelat empat tahunan. Piala Dunia Rusia 2018. Semua mata akan tertuju padanya. Segala perhatian akan tercurah ke sana.
Absennya Belanda dan Italia memang sedikit mengurangi komposisi tim andalan di Piala Dunia nanti. Tapi, di lain sisi, absennya kedua tim nasional tersebut tidak mengurangi antusiasme pecinta sepakbola sama sekali, justru memunculkan nama baru untuk diperhatikan. Khususnya mereka yang baru akan merasakan turnamen sebesar Piala Dunia tahun ini.
Beberapa kalangan sangat tertarik untuk melihat kiprah Inggris di Piala Dunia perdananya tahun ini. Eh, maaf. Maksud saya Islandia. Berkaca pada Piala Eropa 2016 lalu, mereka mampu menampilkan performa apik hingga melaju ke babak perempat final. Diperkuat oleh para ‘Son’ bersaudara, mereka diprediksi dapat menghadirkan kejutan serupa pada gelaran yang lebih besar ini.
Selain itu, bentrokan antar negara-negara besar di babak grup akan membuat Piala Dunia sangat menarik untuk diikuti, mulai dari babak grup hingga fase gugur. Cristiano Ronaldo akan memimpin rekan-rekannya menghadapi negara tim yang dibelanya berasal, Spanyol. Sedangkan sekumpulan jagoan Belgia di Premier League akan menguji seberapa tangguh kemampuan skuat muda Inggris. Menarik, bukan?
Sumber gambar; The Guardian



Tidak ada komentar