Breaking News

Anti Klimaks Di Laga Liverpool Kontra Chelsea


KataKomentator - Sesuai prediksi kami, Liverpool masih kesulitan untuk menemukan kembali performa impresif mereka di tahun 2017 ini. Tapi, bukan itu masalahnya. Skor imbang ini tidak sesuai dengan prediksi orang kebanyakan.

Partai besar Liga Inggris pekan 23 yang mempertemukan The Reds, Liverpool, dengan The Blues, Chelsea, berakhir dengan skor imbang 1-1. David Luiz memecah kebuntuan lebih dulu pada menit '25 setelah eksekusi tendangan bebasnya melaju mulus ke gawang yang dikawal oleh Simon Mignolet. Tim tuan rumah baru bisa membalas pada babak kedua melalui sundulan Giorginio Wijnaldum menit '57. Gol itu sekaligus gol terakhir di pertandingan kali ini. Dengan hasil tersebut, maka tidak ada perubahan posisi di klasemen sementara saat ini dan bisa dipastikan bahwa gelar juara Liga Inggris belum sepenuhnya akan menjadi milik Chelsea.

Chelsea, yang pada pekan lalu sudah mengantongi 55 poin, pergi bertandang ke Anfield Stadium untuk menantang kandidat juara lainnya, Liverpool. Pada pertandingan ini, Chelsea lebih diunggulkan lantaran performa mereka yang jauh lebih baik baik dari Liverpool maupun dari performa mereka saat perjumpaan pertama September tahun lalu. Dalam 18 laga di Liga, mereka hanya gagal meraup poin penuh sekali yaitu saat kalah 0-2 dari Tottenham. Nasib yang jauh berbeda dirasakan oleh tim tuan rumah. Sejak pergantian tahun 2017, dari total 8 pertandingan, mereka hanya mampu meraih satu kemenangan, tiga hasil imbang, dan empat kekalahan. Tragisnya, tiga kekalahan terakhir mereka alami saat berlaga di depan pendukung sendiri. Faktor-faktor inilah yang menjadikan Chelsea sebagai unggulan meskipun berlaga di kandang lawan.

Banyak pihak yang berpendapat jika Chelsea mampu mengalahkan Liverpool, maka kemungkinan besar perebutan gelar juara Liga sudah hampir berakhir. Dengan tambahan tiga poin maka Chelsea akan mempunyai 58 poin, dan menyisihkan Liverpool dari bursa perburuan gelar dengan keunggulan 9 poin lebih banyak. Jika sudah demikian, maka rival terdekat yang tersisa hanyalah Tottenham Hotspur dan Arsenal.

Baca Juga: Awan Gelap yang Masih Tebal di Atas Kota Liverpool

Tapi mengharap kedua tim tersebut untuk menjegal laju Chelsea tampaknya juga tidak mudah. Pertama, koleksi poin Arsenal dan Spurs tidak jauh berbeda dengan Liverpool, yaitu 47 dan 46 untuk masing-masing tim tersebut. Dengan jarak mencapai 9 poin, maka sulit untuk membayangkan Arsenal atau Spurs yang menjadi juara di akhir musim nanti. Apalagi performa Chelsea yang masih stabil seperti saat ini, bisa jadi akan sangat sulit untuk mengalahkan mereka. Kedua, Spurs sudah menghadapi pasukan Antonio Conte dua kali musim ini, yang artinya mereka tidak akan berjumpa lagi dengan Chelsea di sisa laga Liga Inggris musim ini.

Dengan hitung-hitungan seperti di atas, harapan untuk menjegal Chelsea otomatis akan tersisa dan tertuju kepada Arsenal. Jika Arsenal mampu mengalahkan Chelsea seperti yang mereka lakukan di pertemuan pertama, maka masih ada harapan bagi Arsene Wenger untuk mengakhiri puasa gelar Liga Primer Inggris musim ini. Namun jika mereka kalah, nasib Arsenal akan sama dengan Liverpool di atas. Tersingkir dari bursa perburuan gelar juara Liga. Kebetulan, kedua tim ini akan bertemu di pekan 24 akhir pekan nanti sehingga dengungan-dengungan seperti "gelar juara milik Chelsea" atau "perburuan gelar juara sudah berakhir" akan semakin kencang bunyinya.

Sebenarnya mempercayai uraian di atas sangatlah berlebihan. Liga Inggris masih panjang dan baru memasuki bulan Februari. Tidak pantas saja rasanya menentukan tim mana yang juara di bulan Februari (biasanya bulan Mei adalah tolak ukur suatu tim akan juara atau tidak). Keberadaan tim-tim lainnya juga tidak boleh dianggap remeh, meskipun di atas kertas lawan tangguh tersisa yang akan dijumpai Chelsea hanya Arsenal, Manchester City, dan Manchester United.

Tapi, untuk alasan yang sama, Chelsea sangat sulit dikalahkan untuk saat ini. Bahkan Mauricio Pochettino harus mencontek formasi dan taktik Conte untuk mengalahkan mereka awal bulan kemarin. Sedangkan Liverpool sendiri beruntung mampu menghindar dari kekalahan memalukan oleh Chelsea di kandang sendiri. Meskipun hasil tersebut, pada akhirnya, tidak memberi keuntungan besar kepada Chelsea dan tidak pula menghilangkan harapan tim-tim lain untuk menjadi juara. Wajar jika anggapan-anggapan banyak pihak tadi menjadi anti klimaks setelah hasil akhir pertandingan Liverpool versus Chelsea berakhir imbang, bukan kemenangan kubu Antonio Conte.

Tidak ada komentar