Manchester United Menegaskan Ketergantungannya Terhadap Ibrahimovic

Sebuah tim sepakbola setidaknya pasti mempunyai satu atau dua pemain bintang di dalam skuat mereka. Kehadiran pemain bintang ini tentunya diharapkan untuk mampu meningkatkan performa tim secara keseluruhan, tanpa melupakan kalau tugas besar itu tetap harus diemban oleh sang pelatih. Dalam diri mereka terdapat kelebihan yang tidak dimiliki oleh pemain lainnya. Maka dari itu, tak jarang pemain bintang akan mendapatkan garansi menit bermain di tim masing-masing karena status bintang dan kelebihan yang mereka punya.
Salah satu tim yang berisikan pemain bintang adalah Manchester United. Musim ini mereka kedatangan empat nama baru yang salah tiganya bisa disebut pemain bintang, yaitu Zlatan Ibrahimovic, Paul Pogba, dan Henrikh Mkhitaryan. Ketiga nama di atas pada akhirnya menambah koleksi pemain bintang yang sudah ada saat ini, seperti Wayne Rooney dan Bastian Schweinsteiger.
Khusus bagi Ibrahimovic dan Pogba, perhatian kepada keduanya sangat besar dan status “kebintangan” mereka jauh lebih banyak yang mengakui dibanding Mkhitaryan. Hal ini tak lepas dari kelebihan dan torehan prestasi yang mereka miliki. Apalagi peran keduanya sangat penting bagi United sejauh ini dan jangan lupakan juga kalau media turut berperan dalam menajamkan status kebintangan mereka dibanding Mkhitaryan. Sehingga pantas jika keduanya dibebani ekspektasi tinggi oleh pendukung klub.
Namun begitulah kehidupan. Saat satu hal menonjol, hal lainnya justru merosot. Saat satu lubang ditutup, lubang lainnya akan tercipta. Itulah yang terjadi kepada United dan kedua pemain bintang barunya itu. Saat kelebihan Ibrahimovic sudah terlihat, kekurangan ”setan merah” justru semakin jelas nampak ke permukaan. Ibarat papan tulis hitam yang ditulisi menggunakan kapur putih, maka itu akan lebih menegaskan perbedaan warna antara keduanya. Warna hitam papan tulis tersebut dan warna putih kapurnya.
Putaran kelima Piala FA yang berlangsung Minggu malam antara tuan rumah Blackburn Rovers melawan Manchester United menjadi bukti terbaru atas dugaan di atas. Mereka memulai pertandingan dengan sangat buruk. Absennya Pogba sempat terasa di babak pertama di mana mereka bermain sangat tergesa-gesa dan tanpa visi. Tidak ada pemain yang menjembatani antara lini belakang ke lini depan. Carrick tidak mampu berjuang sendiri di lini tengah meskipun ada Herrera yang menemani di sampingnya, berdasarkan susunan formasi, karena dia lebih sering maju membantu penyerangan.
Imbasnya adalah gol yang bersarang ke gawang Sergo Romero di menit ’17. Berawal dari pergerakan gelandang enerjik tim tuan rumah, Marvin Emnes, yang mampu memanfaatkan celah di area bermain Carrick dan Herrera yang kosong sehingga harus membuat Marcos Rojo menjaganya. Sayang, Rojo berhasil dikelabuhi dan tidak ada pemain United lainnya yang akan menghadang pergerakannya sebab Smalling harus menjaga Danny Graham. Gol untuk Blackburn.
Untung mereka mampu menyamakan kedudukan tidak lama setelah itu. Umpan brilian dari Mkhitaryan tidak disia-siakan oleh Rashford untuk mencetak gol dengan terlebih dahulu melewati kiper Blackburn sebelum menendang bola masuk ke dalam gawang.
Babak kedua pun sudah berjalan 15 menit, dan tidak ada tanda-tanda United akan mencetak gol lagi. Mourinho, yang menyadari betul akan hal ini, segera memasukkan dua nama baru sekaligus yaitu Ibra dan Pogba untuk menggantikan Martial dan Lingard. Pergantian ini terbukti jitu karena Ibra berhasil mencetak gol kemenangan di menit ’75 yang merupakan hasil umpan dari Pogba. Sungguh kombinasi yang mengagumkan.
Selebrasi Ibrahimovis setelah mencetak gol ke gawang Blackburn Rovers.
Manchester United seperti tak berdaya jika mereka berdua tidak bermain, apalagi jika Ibrahimovic yang absen. Mereka seolah tidak mempunyai semangat dan kemampuan untuk memenangkan sebuah pertandingan.
Catatan Ibrahimovic, yang sudah mencetak total 24 gol di semua ajang, terpisah jauh dari pencetak gol terbanyak kedua yaitu Juan Mata dengan hanya torehan 9 gol. Sehingga bisa ditarik kesimpulan kalau Ibrahimovic tidak main, maka United akan kesulitan mencetak gol yang akan berimbas pada kecilnya peluang untuk memenangkan pertandingan. Catatan-catatan itulah yang harus dikhawatirkan oleh Manchester United jika mereka tidak ingin dilabeli One Man Team (tim yang hanya mengandalkan satu orang saja).
Dalam konferensi pers seusai pertandingan, Mourinho menyanjung sikap yang ditunjukkan para pemainnya sehingga mereka bisa memenangkan pertandingan itu.
“Sikap setiap pemain sangat bagus dan dengan sikap yang berbeda kami bisa saja kalah, karena menurut saya Blackburn adalah tim yang bagus.” Ucapnya seperti yang dikutip dari situs resmi klub. “Mereka memberi kami pertandingan yang sulit, dan, saya ulangi, dengan sikap yang berbeda maka saya pikir kami akan kalah.” Imbuhnya.
Peran inilah yang diemban oleh Ibrahimovic dalam pertandingan itu. Ia merupakan “pengubah sikap” para pemain lainnya. Kehadirannya mendongkrak semangat juang dalam tim untuk bisa memenangkan pertandingan. Kelebihan inilah yang sejauh ini tidak dimiliki oleh pemain manapun dalam skuat “Setan Merah”, bahkan seorang Wayne Rooney sekalipun.
Lalu bagaimana dengan Pogba? Pogba melakukan tugasnya dengan baik, menjembatani antara lini belakang dan lini depan. Peran terbaiknya dalam laga ini, tidak lain tidak bukan, adalah umpan matang kepada Ibrahimovic. Dia sudah mengumpulkan 5 assist, yang semuanya dikonversikan menjadi gol oleh Ibrahimovic, di semua ajang.
Mourinho sekali lagi menunjukkan kalau pemilihan dan pergantian pemain yang dilakukannya tepat (memasukkan Ibra dan Pogba sekaligus). Tapi kredit khusus perlu dialamatkan kepada sang pemain bintang, Ibrahimovic (bukan Pogba). Berkat dirinya Manchester United, lagi-lagi, bisa meraih kemenangan. Entah apa United bisa mencetak gol lagi jika yang dimasukkan saat itu hanya Pogba seorang, mengingat semua assistnya hanya manjur untuk Ibrahimovic saja sejauh ini.
Namun bagaimanapun, di balik jiwa kepahlawanan dan segala jasa Ibrahimovic musim ini, Manchester United malah justru memperjelas bahwasanya mereka sangat bergantung kepada sosok senior berusia 35 tahun tersebut. Manchester United harus berterima kasih kepada Ibra karena berkat dirinya mereka mampu meraih kemenangan untuk kesekian kalinya.
Sumber; The Guardian, Man Utd, Whoscored.
Sumber foto; Man Utd, The Sun

Tidak ada komentar