Breaking News

Tiga Hal Menarik yang Tersisa Usai Laga Manchester United vs Chelsea


Manchester United akhirnya berhasil membalas dendam kepada mantan tim asuhan Jose Mourinho, Chelsea, dengan dua gol yang tercipta di setiap menit-menit awal kedua babak dimulai. Dengan pendekatan taktik yang brilian dan didukung oleh penampilan sempurna dari anak asuhnya, Mou membuktikan kalau dia masih menjadi seorang peracik taktik hebat dalam pertandingan tersebut.

Secara bersaman, kekalahan itu juga membuat Chelsea harus kehilangan poin krusial dalam usaha mereka menjauhi kejaran Spurs di peringkat kedua. Hal itu diperparah dengan sejumlah catatan negatif yang ditampilkan oleh Antonio Conte beserta anak asuhnya. Itu termasuk salah satu poin yang tersisa dari laga United vs Chelsea yang akan saya uraikan di bawah ini.

Penampilan Terburuk Chelsea Sejak 10 Tahun Silam

Chelsea begitu digdaya di liga Inggris hampir sepanjang musim ini. Sejak kalah 0-3 dari Arsenal September silam, Conte langsung mengubah formasi bermain Chelsea menjadi 3-4-3 dan membukukan 13 kemenangan beruntun. Untuk mengalahkan Chelsea, Spurs bahkan harus melakukan mirrorring tactic (taktik tiruan) 3-4-3 a la Antonio Conte. Hal ini, kemudian, ditiru oleh Jose Mourinho. Sayangnya percobaan pertamanya harus berakhir dengan gagal (kalah 0-1 di perempat final piala FA) meski, setidaknya, sebelum Ander Herrera dikartu merah strategi tersebut terbilang berhasil merepotkan Chelsea.

Pendekatan yang sama pun diusung Mou dalam misi balas dendamnya tadi malam dan kali ini giliran Chelsea yang menuai kekalahan. Herrera berhasil menjadi aktor protagonis dalam laga di Old Trafford tersebut dengan satu asis, satu gol, dan kesuksesan mematikan Eden Hazard. Setidaknya, hal inilah yang paling menonjol dari kejeniusan Mou tadi malam.

Manchester United (Memang) Tidak Pantas Menang

Mou paham betul jika mantan timnya sangat bergantung kepada gelandang timnas Belgia itu dalam proses penyerangan mereka. Dengan memberikan pengawalan ketat kepada Hazard, (hampir) bisa dipastikan suplai bola kepada Costa akan sangat berkurang. Secara individual, si striker tunggal juga tak bisa berbuat banyak. Catatan satu tembakan (off target) dan hanya memenangkan 21.7% duel yang dihadapinya adalah bukti "hilangnya" Costa malam tadi.

Penampilan buruk tidak hanya ditunjukkan dua pemain di atas, seluruh tim Chelsea tampil sangat buruk. Bahkan dari lima percobaan tendangan yang dilancarkan, tidak satupun tendangan mengarah ke gawang (on target) sepanjang 90 menit. Catatan tersebut adalah yang terburuk dalam satu dekade, di mana terakhir kali mereka gagal melakukan tendangan tepat sasaran terjadi pada 2007 silam.

Menariknya, Chelsea, yang saat itu diasuh oleh Avram Grant, juga melawan United di Old Trafford yang berkesudahan 2-0 untuk kemenangan tuan rumah.
Mourinho Sebagai Penakluk Liga Inggris

Mourinho mungkin sekarang sedang bahagia dan menikmati tidur yang nyenyak di tempat tinggalnya sana. Bukan hanya karena berhasil membalas dendam kepada Antonio Conte beserta Chelsea-nya, tapi ia juga sukses mencatatkan rekor pribadi di liga negeri Ratu Elizabeth ini.

Berkat kemenangan semalam, The Special One sekarang telah berhasil mengalahkan, setidaknya satu kali, setiap tim yang pernah berlaga di liga Inggris selama karir kepelatihannya di Premie League. Rekor itu tercipta usai ia mengalahkan mantan tim yang pernah dia asuh dalam 2 periode penuh kesuksesan. Seperti yang dilansir Opta di akun twitter mereka, ada total 34 tim yang telah dia kalahkan dalam balutan manajer Chelsea dan Manchester United.

Kemungkinan besar rekor ini hanya dipegang oleh Mourinho, sebab nama-nama "tua" di liga Inggris seperti Sir Alex Ferguson dan Arsene Wenger tidak pernah mengalahkan tim asuhannya, Manchester United dan Arsenal.
Keputusan Wasit yang Kontroversial

Selain performa luar biasa Manchester United dan buruknya penampilan Chelsea, keputusan sang pengadil pertandingan dianggap mempunyai peranan dalam hasil akhir laga di Old Trafford tersebut. Wasit Robert Madley dinilai melakukan beberapa keputusan yang kurang tepat. Hal tersebut diungkapkan oleh pelatih Chelsea, Antonio Conte.

"Pertandingan terakhir melawan Bournemouth kami kemasukan gol melalui situasi yang sama, melawan Crystal Palace jelas terjadi handball, dan penalti melawan Stoke City sangat meragukan,"

"Ini bukan hal yang penting. Yang penting adalah menemukan solusi yang tepat (untuk menang). Tetapi keputusan wasit tidak bagus untuk kami. Kami tidak beruntung." ucap manajer asal Italia tersebut.


Hal ini buntut dari kejadian di saat proses terciptanya gol pertama United. Bola yang awalnya dikuasai oleh Matic gagal melewati Herrera akibat membentur lengan kirinya. Tapi Robert Madley tidak menganggapnya sebagai pelanggaran sehingga pertandingan tetap berjalan. Herrera langsung mengirimkan umpan terobosan kepada Rashford yang kemudian berbuah gol pembuka MU. Setelah gol tersebut, video replay diputar dan jelas memperlihatkan kalau bola memang mengenai lengan Herrera. Wajar jika Conte mengeluhkan kinerja wasit di pertandingan ini.

Tidak hanya Chelsea yang mengeluhkan keputusan wasit tapi juga kubu tuan rumah. Manchester United merasa kalau Diego Costa pantas mendapatkan kartu kuning kedua alias kartu merah pada pertandingan itu. Costa memang kerap melakukan pelanggaran di laga ini, walaupun dia sudah mengantongi satu kartu kuning sekalipun. Hal ini dirasa berlebihan dan wasit sudah seharusnya mengusir Costa dari lapangan alih-alih terus memberinya teguran.

Sumber; goal.com
Sumber gambar; givemesport.azureedge.net, dailystar.co.uk,


Tidak ada komentar