Breaking News

Chelsea vs Tottenham Hotspur : Empat Bek atau Tiga Bek, Poch?


Akan ada pertandingan besar di akhir pekan ini saat dua tim asal London, Chelsea dan Tottenham Hotspur, bertemu di Wembley Stadium dalam pertandingan bertajuk semifinal Piala FA 2017. Conte yang menelan kekalahan dari Manchester United di pekan sebelumnya tentunya tidak ingin hal itu terulang. Jika mereka kalah, selain harus merelakan trofi Piala FA, ada kemungkinan hal itu akan berdampak pada mentalitas para pemain Chelsea.Terlebih calon lawan yang akan mereka hadapi ini bukan lawan yang mudah. Spurs adalah pengganggu  setia Chelsea di musim ini.

Kemenangan atas Chelsea pastinya akan menambah motivasi dan semangat Dele Alli dkk. untuk terus berjuang di jalur perebutan gelar juara liga, setelah si Setan Merah memotivasi mereka lebih dulu dengan kemenangan 2-0 atas calon lawannya itu. Hanya dengan kemenangan pula yang akan semakin mendekatkan Spurs ke oase guna menghilangkan dahaga gelar yang mereka alami selama ini. Suatu hal yang terakhir mereka rasakan

Di sisi lain, mengalahkan Chelsea asuhan Conte bukan perkara mudah. Manajer sekaliber Mourinho dan tim sekelas Manchester United saja harus mewajibkan Herrera untuk menguntiti Hazard kemanapun ia berlari. Walau demikian, Poch, sapaan akrab Pochettino, bisa mempelajari (atau bahkan meniru) bagaimana Mou sukses mematikan keganasan Chelsea dengan taktik man-marking Hazard jika ingin mengalahkan Chelsea untuk kedua kalinya. Tapi sebelum itu, Pochettino harus menentukan terlebih dahulu akan menggunakan formasi empat bek atau tiga bek.

Tiga Bek Lebih Baik, Empat Bek Tak Masalah

Spurs hampir selalu bermain dengan formasi dasar 4-2-3-1 di sepanjang musim ini. Tapi itu bukan formasi wajib yang harus dimainkan di setiap pertandingannya. Kadang mereka bermain dengan formasi 3-4-3, 3-4-2-1, atau 3-4-1-2. Tergantung lawan dan kebutuhan tim saja.

Musim ini mereka sudah dua kali bertemu dengan Chelsea yang keduanya di pertandingan liga Inggris dengan satu kemenangan dan satu kekalahan sebagai hasilnya. Di pertemuan pertama, saat mereka kalah, Poch menerapkan formasi 4-2-3-1 (empat bek) dan 3-4-3 (tiga bek) di pertemuan kedua, saat mereka menang.

Dengan fakta tersebut, apa kemudian bisa disimpulkan kalau menggunakan formasi tiga bek Pochettino dipastikan akan menang?

Tunggu dulu. Sejak bermain dengan tiga bek, Chelsea memang sangat sulit dikalahkan. Mereka bermain dengan memanfaatkan lebar lapangan, serangan balik, dan memiliki keunggulan dalam jumlah pemain dalam kondisi menyerang dan bertahan (3-2-5 saat menyerang dan 5-2-3 saat bertahan). Inilah yang menyulitkan tim lawan untuk mencetak gol ke gawang Courtois dan bertahan dari gempuran Hazard dkk.

Sebagai solusinya tiga bek seharusnya memang menjadi jawabannya meskipun tidak memberi jaminan kemenangan. Tercatat ada tiga tim yang meniru formasi Conte saat berhadapan dengannya, Sunderland (kalah 0-1), Everton (kalah 0-5), dan Manchester City (kalah 1-3).

Seperti yang diulas para analis Pandit Football, kelebihan memainkan skema tiga bek ini adalah menghadirkan kesepadanan atau keseimbangan di lapangan secara formasi. Tidak hanya formasi 3-4-3, formasi 3-4-2-1 atau 3-5-2 sekalipun bisa menghadirkan keseimbangan dengan formasi 3-4-3 lawan. Setidaknya formasi-formasi tersebut akan memiliki 3 bek dan 2 pemain sayap untuk menguasai lebar lapangan, sesuatu yang menjadi kunci dari formasi ini.

Maka dari itu, menurunkan formasi tiga bek nampaknya pilihan yang lebih baik bagi Poch. Toh, ia juga sudah membuktikannya dengan kemenangan, bukan?

Menurunkan formasi 4-2-3-1 seperti biasanya juga tidak masalah sepertinya.  Adanya sosok Eric Dier yang bisa bermain sebagai gelandang bertahan dan bek tengah adalah kuncinya. Formasi 4-2-3-1 bisa berubah menjadi 3-4-3 atau 3-4-2-1 dalam pertandingan sesungguhnya, persis seperti yang ditampilkan MU akhir pekan lalu.

Jika benar demikian, kemungkinan besar Pochettino akan mengorbankan salah satu dari Moussa Dembele dan Victor Wanyama untuk menemani Eric Dier di posisi dua gelandang dalam formasi 4-2-3-1. Tapi bisa saja malah Son Heung Min yang jadi korbannya dan tetap memainkan Dembele sebagai gelandang serang. Karena jika harus beralih ke skema tiga bek, Dembele jauh lebih baik dalam bertahan menemani Wanyama ketimbang harus menarik mundur Eriksen dari pos gelandang serang.

Keputusan untuk Man-Marking Hazard atau Tidak

Selain menentukan formasi yang akan digunakan, Poch juga harus memikirkan apakah akan melakukan man-marking kepada Hazard atau tidak. Boleh saja melakukan hal tersebut, tapi sangat beresiko. Mengapa demikian?

Mourinho dan Pochetino sama-sama menang atas Chelsea setelah mengalami kekalahan terlebih dahulu. Tapi perlu diingat jika sukses Mou pekan lalu adalah buah dari "percobaan yang gagal" saat keduanya berjumpa di Piala FA. Spurs memang menang di perjumpaan kedua, tapi mereka tidak menerapkan strategi man-marking Hazard ketika itu. Jika ini tetap dilakukan Poch, ada kemungkinan mereka gagal melakukannya dengan baik karena belum pernah melakukan percobaan sebelumnya dan Conte pastinya sudah memikirkan hal ini setelah kekalahan kemarin.

Menimbang pemain Spurs yang cocok untuk peran ini susah juga rasanya. Berikut saya beri perbandingan antara Herrera dengan ketiga gelandang tengah Spurs.


Bisa dilihat jika Herrera unggul dalam hal jumlah rataan intersep dan tekel sukses di tiap pertandingannnya dibanding ketiga pemain Spurs, meskipun angka tekel gagalnya terbilang paling buruk. Tapi dari ketiga pemain Spurs tersebut, statistik Dembele lebih memungkinkan dirinya untuk mengemban tugas menempel Hazard (jika strategi ini diterapkan). Angka rataan tekel suksesnya hampir sebanding dengan Herrera dan angka tekel gagal serta jumlah pelanggaran yang dilakukannya lebih kecil diaripada Herrera.

Tak perlu khawatir soal jumlah intersepnya yang sangat sedikit karena gaya permainan Spurs memang mengutamakan pressing secara kolektif di lini tengah. Sehingga wajar jika tiga gelandang Spurs di atas memiliki jumlah rataan intersep yang hampir sama.

Tapi lagi-lagi ini beresiko. Jika prediksi saya benar soal susunan pemain dan penempatannya, maka Dembele akan kesulitan mengemban dua peran penting di dalam dua kemungkinan formasi sekaligus. Jika dia harus menempel Hazard dalam formasi 4-2-3-1, maka ia akan jauh meniggalkan posisinya sebagai gelandang serang yang nantinya berdampak pada transisi dari bertahan ke menyerang dan sebaliknya. Begitu juga pada formasi 3-4-3, Spurs akan kehilangan pemain penyambung di lini tengah jika Dembele difokuskan pada Hazard.

***

Kami memprediksi kalau pertandingan malam nanti akan menjadi panggung adu taktik antar kedua pelatih. Terutama soal penerapan formasi dan pembagian peran, apakah melakukan penjagaan ketat atau tidak. Dari segala kemungkinan formasi dan strategi yang akan diterapkan Spurs malam esok, semua ditentukan oleh keputusan Pochettino sebagai manajer Spurs. Harry Kane telah pulih dan hanya Danny Rose, pemain utama, yang diragukan tampil sehingga memungkinkan Pochettino untuk bereksperimen sesuka yang ia mau.

Tapi, ada satu hal yang harus dia ingat bahwa untuk mengalahkan Chelsea tidak bisa dengan sesuatu yang sifatnya "coba-coba" karena dia dan Mourinho sudah pernah mencobanya.

Sumber; panditfootball.com, squawka.com


Tidak ada komentar