Menanti Debut Impian Chicharito Bersama West Ham United
KataKomentator - Mencetak gol di pertandingan debut untuk klub baru adalah keinginan semua pemain. Apalagi bila gol tersebut dicetak ke gawang mantan tim di depan ribuan pendukung mereka. Bagaimana, tertarik Chicha?
Tak perlu waktu lama bagi Alves untuk ‘nyetel’ dengan Le Parisien (julukan Paris Saint-Germain). Cukup dengan satu pertandingan saja, Alves sudah berkontribusi bagi trofi pertama PSG musim 2017/2018 ini. Paris Saint-Germain keluar sebagai juara setelah mengalahkan lawannya AS Monaco 2-1. Alves keluar sebagai Man of the Match dengan satu gol dan satu asis sebagai kontribusi nyatanya di atas lapangan.
Mencetak gol pada pertandingan debut, khususnya pertandingan
resmi, memang merupakan mimpi setiap pemain sepakbola. Apalagi jika gol
tersebut berbuah trofi di penghujung laga seperti yang dilakukan Alves tadi
malam. Tak ayal debut seperti itu bisa dikategorikan sebagai salah satu debut
terbaik bagi seorang pesepakbola di klub barunya.
Menyoal debut impian, sebenarnya tidak ada istilah yang mengikat untuk mengartikan kata ‘impian’ tersebut. Seseorang boleh mengartikan debut ‘impian’ seperti apa yang telah dilakukan Alves dan boleh juga menggunakan percontohan lain untuk mendefinisikannya. Seperti yang akan dihadapi penyerang anyar West Ham United, Javier ‘Chicharito’ Hernandez, pada 12 Agustus 2017 nanti.
Chicharito didatangkan West Ham pada bursa transfer musim
panas tahun ini dari klub Jerman, Bayer Leverkusen. Uang sebanyak 16 juta paun
harus dikeluarkan untuk merekrut sang pemain. Dengan begini, Chicharito menjadi
rekrutan keempat The Hammers setelah Pablo Zabaleta, Joe Hart, dan Marko
Arnautovic.
Premier League sendiri bukanlah liga yang asing bagi
penyerang timnas Meksiko itu. Jauh sebelum bergabung dengan West Ham, Chicha
sudah merasakan kerasnya persaingan liga Primer bersama klub Manchester United.
Dia dibeli United pada masa kepelatihan Sir Alex Ferguson pada tahun 2010 dan
turut menyumbang sejumlah gelar domestik di Old Trafford.
Namun setelah Sir Alex pensiun, karirnya perlahan mulai
merosot. Pada musim 2015, dia tidak masuk dalam rencana Louis van Gaal yang
membuatnya dikirim ke Real Madrid untuk menimba ilmu lebih banyak lagi. Karena
dihuni banyak pemain bintang, masa ‘sekolah’ itu tidak berjalan dengan baik.
Chicharito hanya mencetak 9 gol dalam 33 pertandingan bagi Real Madrid di semua
ajang.
Pulang ke Old Trafford setahun setelahnya, ternyata tetap
membuat van Gaal terkesima. Karena tak mendapat jaminan pemain inti di United,
Chicharito pun memutuskan pergi untuk kedua kalinya dari Manchester untuk
menuju Bayer Leverkusen, kali ini dengan status permanen. Di sana, penyerang
bertubuh mungil ini merasakan indahnya bermain sebagai penyerang utama bagi
sebuah tim sepakbola, hal yang tak ia temukan di Manchester United dan Real
Madrid. 39 gol di 76 laga adalah catatan yang ditulisnya selama dua tahun
membela Leverkusen.
Berkat penampilan cemerlangnya tersebut, Slaven Bilic
terpincut untuk membawanya pulang ke Premier League. Gayung pun bersambut.
Chicha kembali ke Inggris dengan pengalaman yang lebih banyak dari sebelumnya.
West Ham, yang musim lalu prestasinya kurang memuaskan di liga, dipercaya akan
menjadi batu sandungan bagi tim-tim enam besar liga Primer musim lalu berkat
kehadiran rekrutan baru mereka, termasuk Chicharito.
Menariknya, laga pertama yang harus dijalani Andy Caroll
dkk. di liga Primer musim ini adalah bertandang ke Old Trafford, markas
Manchester United. Perhatian akan tertuju pada si kacang polong, Chicharito,
yang akan menghadapi mantan klub yang pernah dibelanya selama 4 tahun (1 tahun
masa peminjaman di Real Madrid tidak dihitung).
Emosional tentunya, tapi profesionalisme tetap yang utama. Begitulah sekiranya yang harus Chicharito lakukan. Jika mengharuskan terjadinya duel, gesekan, dan kontak fisik lainnya maka Chicharito tetap harus melakukannya walau lawan yang dihadapinya adalah Antonio Valencia, Chris Smalling, atau Michael Carrick sekalipun. Bahkan, sebagai seorang penyerang yang tugasnya menjebol gawang lawan, Chicharito juga tak perlu sungkan jika kesempatan itu didapat, meski itu gawang David de Gea rekannya dahulu.
Andai memang berhasil mencetak gol pada laga tersebut, maka
debut kedua pemain bernama Javier Hernandez di liga Primer akan menjadi debut
impian baginya meskipun tak berbuah trofi layaknya yang Dani Alves lakukan. Tak
terbayang rasanya mencetak gol ke gawang mantan klub dengan menggunakan seragam
sesama klub liga Primer. Ada rasa haru, tak tega, tapi juga lega. Klub yang
telah menjualmu ke klub lain memang pantas diberi pelajaran, setidaknya dengan membobol
gawang mereka di hadapan puluhan ribu pendukungnya sendiri.
Tidak hanya Chicharito yang emosional, Jose Mourinho juga kemungkinan
akan merasakan hal serupa. Pria Portugal itu beberapa kali memberi “kode”
ketertarikannya kepada penyerang Meksiko tersebut dan secara terang-terangan
mengatakan kalau dirinya tidak akan menjual pemain seperti Chicharito andai ia
menjadi manajer Manchester United lebih awal. “Manchester United menjual pemain
yang tidak akan pernah saya jual, dan membeli pemain yang tidak akan pernah saya
beli. Saya tidak akan pernah menjual Di Maria, Chicharito, Danny Welbeck. Tak
akan.” begitu ujarnya seperti dikutip dari situs The Telegraph.
Memiliki catatan rasio gol per menit terbaik kelima di liga
Primer (37 gol, 130.2 menit/gol), membuat siapapun lawannya harus waspada
terhadap pergerakan liarnya di area kotak penalti. Sambil berharap Slaven Bilic
akan menurunkannya di laga tersebut, tak sulit rasanya untuk berharap bahwa
Chicharito akan mencetak gol di laga debut melawan Manchester United dengan
menggunakan sundulan kepala khas dirinya.
Para pendukung ‘Setan Merah’ (julukan Manchester Unted) juga harus siap dengan segala drama yang akan tersaji di atas lapangan jika skenario ini sungguh terjadi. Karena bukan tidak mungkin Chicharito akan melakukan selebrasi setelah membobol gawang De gea seperti yang pernah Danny Welbeck lakukan kala itu. Ia akan berlari ke tepi lapangan sambil menekuk tangannya sehingga membentuk huruf “C” dan menempelkannya di atas logo klub yang dibelanya, West Ham United.

Tidak ada komentar